Aktivis Desak Pansus Covid-19 DPRD Luwu Selamatkan Uang Rakyat

Indoleaders.com, Luwu – DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sulawesi Selatan mempertanyakan kinerja Panitia khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kabupaten Luwu. Melalui ketua Bidangnya, Lukman To Madessa, Pospera Sulsel menilai Pansus Covid-19 hanya sekadar nama lantaran dua bulan sejak dibentuk Juni lalu, belum menunjukkan kerja nyata dalam rangka mengawasi Pemkab Luwu menggunakan anggaran penanganan Covid-19.

“Pansus ini belum bekerja apa-apa untuk rakyat, tapi seakan hilang begitu saja. Wajar kalau publik bertanya, ada apa?” ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2020).

Lukman, yang juga mantan Ketua IPMIL UIN Alauddin Makassar ini, meminta dengan tegas DPRD Luwu menjadi garda terdepan mengawasi penggunaan anggaran Covid-19 di Bumi Sawerigading yang dinilai tidak transparan.

“Ketika DPRD Kabupaten Luwu tidak bisa lagi mengemban amanah yang telah diberikan masyarakat, lebih baik mundur saja secara terhormat karena kita paham anggaran pencegahan Covid-19 di Kabupaten Luwu bukan anggaran sedikit,” kata Lukman.

Sementara itu, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Luwu Yani Mulake mengatakan, pansus yang dia pimpin tidak bubar. Para legislator yang terhimpun dalam tim kerja ini akan menggelar rapat ketiga pada Senin, 31 September 2020.

Tapi, Pansus Covid-19 Luwu memang belum berbuat apa-apa selain baru menggelar rapat dua kali. Rapat itu untuk membentuk struktur dan penyusunan jadwal. Adapun pertemuan Senin nanti, memanggil pihak terkait yang mengelola anggaran.

“Iya kita panggil khusus dulu bagian anggaran dan bagian perencanaan untuk mengkoordinasikan anggaran yang digunakan dalam penanganan pandemi Covid-19,” kata Yani.

Dia menjelaskan, tujuan pembentukan pansus salah satunya adalah untuk membantu pihak eksekutif dalam menangani pandemi Covid-19 sesuai fungsi DPRD. Apalagi, anggaran Covid-19 di Luwu cukup besar, baik untuk penanganan terkait kesehatan, maupun dampak sosial ekonomi masyarakat.

“Diperlukan penanganan yang profesional sehingga anggaran yang digunakan tepat sasaran,” katanya.

Hanya saja, dia tak tahu berapa jumlah pasti anggaran Covid-19 di Luwu karena pihaknya tak dilibatkan pemkab membahas refocusing atau realokasi APBD untuk dana Corona.

“Kalau tidak salah 19 atau 23. Konfir juga di DPKD. Dewan tidak terlibat direfocusing,” ungkap anggota Fraksi PAN ini.